Imigrasi Slider Slider2

Sebanyak 89 WNI dideportasi pemerintah Malaysia

BERITASPB – Sebanyak 89 WNI dideportasi pemerintah Malaysia. Belasan warga tersebut telah menyalahi izin tinggal di negara terkait. Mereka terdiri 65 laki-laki dewasa, 21 perempuan dewasa, 3 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

Selanjutnya ke 89 WNI itu dipulangkan setelah diserahkan Imigresen Malaysia ke KJRl, karena sebagian terlantar dan telah menjalani masa tahanan.

Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie kepada SP Kamis (8/11) sore membenarkan dari belasan WNI.

Menurut Ronny mereka diberangkatkan dengan kapal reguler MV Cinta Indomas dari Pelabuhan Pasir Gudang Johor Baru pukul 12.49 dan tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang pukul 15.00.

Sepekan lalu 2/11 5 WNI mengaku mengajukan paspor di Kanim Wonosobo tahun 2016, Kanim Kendal tahun 2015, Kanim Bengkalis tahun 2017, Kanim Tanjung Pinang tahun 2015 dan Kanim Selat Panjang tahun 2012.

“Kami menerima laporan Kakanim Imigrasi Kelas l Tanjung Pinang, para deportan mengaku berangkat ke Malaysia dengan cara ilegal menyelundup pada malam hari menggunakan kapal tradisional masyarakat setempat dari berbagai tempat, seperti di Batam dan Tanjung Balai Karimun” kata Ronny.

Dirjen Imigrasi menambahkan ada pun alasan mereka memilih jalur tidak resmi karena mengira berangkat melalui jalur resmi akan lebih rumit.

Di antara deportan ini 5 anak lahir di Malaysia. Sebanyak 2 orang asal Lombok Timur dan Banten dalam kondisi gangguan kejiwaan, sehingga sulit dimintai keterangan. Mereka mengaku terpaksa mengadu nasib ke Malaysia, untuk memenuhi ekonomi keluarga walaupun dengan berbagai resiko.

Mereka laniut Ronny saat dalam pendataan diberi pemahaman agar tidak kembali ke Malaysia secara ilegal, karena tanpa izin resmi bekerja di Malaysia penuh resiko. Umumnya setelah diberi imbauan mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Deportasinya ini berdasarkan surat dari Imigrasi No. IM.101/S- TWUJE/US/1130-6/2018 tertanggal 07 November 2018. sri