Jabodetabek Slider

Kasus Penyelundupan dan Barang BM Sudah P21

BERITASPB – Kasubdit Indag Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Sutarmo, SH
gungkapkan. Barang Black Market yang diungkap pihaknya telah dalam proses P21 namun masih ada juga yang dalam pemberkasan.

“Semua kasus pengungkapan ini sudah dalam pemberkasan dan ada yang sudah dilimpahkan kekejaksaan,” ujar Akbp Sutarmo, SH kepada Sri Sutarini dikantornya.

Sebelumnya Polda Metro Jaya mengungkap penyelundupan handphone (HP) dan kismetik berbagai merek dari China ke Jakarta. Menurut Polisi, mereka tidak membayar pajak atas ribuan ponsel yang mereka jual kembali di Indonesia itu.

“Kita coba hitung kerugian dengan teman-teman Bea Cukai terkait biaya masuk yang mereka bayar untuk pajak. Selama satu bulan mereka masukan barang 7 sampai 8 kali. Nilai pajak sekali masuk itu Rp 46,8 miliar lebih,” ujarnya.

Bebeapa bula silam Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot mengatakan jumlah 5.500 unit ponsel ilegal itu diselundupkan keempat orang dalam waktu satu tahun.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Kurniawan juga menyebut keempat orang ini memiliki peran yang berbeda-beda. Tersangka FT berperan membeli ribuan HP ke China yang kemudian diminta untuk dikirim ke Jakarta lewat berbagai jalur.

“(Modus penyelundupannya) macam-macam, ada yang pakai kapal. Ini dari China atau Hong Kong, Singapura masuk ke Batam, diselundupkan ke Jakarta dengan jalur macam-macan tanpa bayar pajak,” kata Iwan.

Namun kasus tersebut kini sudah ditangani pihaknya. Kasubdit Indag AKBP Sutarmo SH menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tidak membeli barang Black Market ( BM) . (hs)